Semua artikel

Panduan6 mnt baca

7 Cara Memilih Jasa Pembuatan Website Agar Tidak Menyesal

Tim Kode Rupa3 September 2026Diperbarui 17 September 2026

Pilih jasa website yang punya portofolio asli bisa dibuka, scope tertulis (halaman, fitur, revisi), garansi pasca-serah-terima, dan akses penuh ke domain-hosting atas nama Anda. Hindari yang minta lunas di depan, tanpa kontrak, atau tidak bisa menunjukkan hasil kerja.

Checklist 7 poin sebelum deal

Dari sisi penyedia jasa, ini daftar yang membedakan vendor profesional dan abal-abal. Minta ketujuhnya sebelum transfer rupiah pertama.

  • Portofolio asli yang bisa dibuka dan diklik, bukan screenshot.
  • Scope tertulis: daftar halaman, fitur, jumlah revisi, dan timeline.
  • Harga dan termin jelas (umumnya 50% DP, 50% pelunasan).
  • Garansi revisi/error minimal 7–30 hari setelah serah terima.
  • Domain dan hosting atas nama Anda, dengan akses admin diserahkan.
  • Kontak yang responsif dan berbadan jelas (alamat, badan usaha/NPWP).
  • Training singkat cara update konten dasar.

Butuh yang mengerjakan, bukan sekadar baca?

Konsultasi gratis

4 red flag yang wajib dihindari

Pertama, diminta lunas 100% di depan tanpa termin. Kedua, tidak ada kontrak/SPK tertulis — semua janji hanya via chat. Ketiga, domain didaftarkan atas nama vendor sehingga website disandera saat Anda pindah. Keempat, harga jauh di bawah pasar tanpa rincian scope — ujungnya biaya susulan beruntun.

Lokal vs remote: mana lebih baik?

Untuk UMKM Kalimantan Timur, vendor lokal (Balikpapan, Samarinda) unggul di komunikasi: bisa survei, tatap muka, dan paham konteks bisnis daerah (misalnya momentum IKN). Vendor remote unggul bila butuh spesialisasi langka. Yang terpenting bukan lokasi, melainkan tujuh checklist di atas terpenuhi.

Pertanyaan umum.

Berapa DP yang wajar untuk jasa website?

Umumnya 50% di awal dan 50% saat serah terima. Hindari vendor yang meminta pelunasan penuh sebelum pekerjaan dimulai.

Siapa yang pegang domain dan hosting?

Harus atas nama Anda sebagai pemilik bisnis, dengan akses admin diserahkan penuh. Ini mencegah website disandera bila suatu saat pindah vendor.

Garansi website biasanya mencakup apa?

Perbaikan error/k bug dan revisi minor 7–30 hari setelah serah terima. Penambahan fitur baru di luar scope awal wajar dikenakan biaya tambahan.

Siap punya website sendiri?

Mulai Rp1.500.000. Konsultasi gratis, tanpa komitmen.